< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18

Page 4 of 18
next >

dikenal

sebagai

focus

group

discussion

Penelitian

eksploratif

diperlukan

untuk

mengeksplorasi

faktor-faktor

situasional

untuk

mengetahui

karakteristik

dari

fenomena, dalam hal ini terkait

dengan

pengembangan

Jaringan

Interkoneksi Sistem Informasi KOPP

. Dalam hal ini peneliti dapat

melakukan

wawancara

kepada

narasumber yang kompeten agar

dapat

memberikan

pengertian

terhadap fenomena yang dihadapi

secara lebih rinci dan mendalam.

Penelitian

deskriptif

diperlukan

untuk

memperoleh

kejelasan

mengenai

karakteristik

obyek penelitian, dalam hal ini unit-

unit

kerja

pelaksana

tugas

penyelenggaraan

transportasi

pelabuhan di daerah. Sehingga akan

didapat

pengertian

mengenai

karakteristik, mengetahui profil, dan

menjelaskan

aspek-aspek

yang

relevan dari fenomena terhadap

obyek

pekerjaan.

Sebelum

melakukan pekerjaan ini, sudah

seharusnya terlebih dahulu peneliti

mengetahui bahwa karakteristik atau

fenomena

yang

diteliti

tersebut

benar-benar ada dan peneliti ingin

memberikan penjelasan terhadap hal

tersebut dengan lebih rinci dalam

bentuk profil. Dalam pekerjaan yang

bersifat deskriptif, umumnya akan

disajikan berbagai data yang berguna

untuk mengetahui karakteristik dari

obyek pekerjaan, menggambarkan

aspek-aspek pada kondisi tertentu,

dan

dapat

digunakan

untuk

mengambil

keputusan.

Pekerjaan

yang bersifat deskriptif ini juga dapat

dilanjutkan

dengan

melihat

karakteristik pada kondisi lain.

Dengan metode eksploratif-

deskriptif di atas, perlu disusun pola

pikir yang dapat mengakomodasi

seluruh kegiatan eksplorasi yang

dimaksud. Pola pikir pekerjaan ini

disajikan

dalam

bentuk

block

diagram

pada Gambar 1

Studi Literatur dan Best Practice

·

UU No. 22 tahun 2009 tentang LLAJ

·

UU No 17/2008 tentang pelayaran

·

PM No 85 tentang Pembentukan OPP

·

Best Practice UPT BBPJN -Bina Marga,

Kementrian Pekerjaan pehubungan

Pengumpulan Data

·

Survei (kuesioner) dan diskusi tentang (fungsi,

SDM, Organisasi, Dana, kewenangan dan

teknologi Informasi) OPP, Satker dan PT. ASDP

Pemahaman

·

Ruang lingkup tugas dan fungsi OPP

·

Memahami unit organisasi lain yang terkait

dengan OPP

Sistem yang Berjalan

·

Kegiatan yang berhubungan dengan OPP yang

berjalan saat ini di daerah

·

Kebutuhan integrasi konesi jaringan untuk OPP

Identifikasi Integrasi OPPP

·

Sistem pengawasan dan pengendalian yang ada

·

Kemungkinan rencana strategi pengembangan

interkoneksi di OPP

Menyusun

Perencanaan Integrasi Interkonsi OPPP

·

Sistem pengawasan dan pengendalian yang ada

·

Rencana strategis integrasi koneksi jaringan di OPP

Gambar 1 Alur Pikir Pendekatan

Studi.

3.1.1

Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan

data

dapat

dilakukan dengan berbagai metode

dan sumber yang berbeda. Dari

sisimetode,

pengumpulan

data

meliputi: wawancara, penyebaran

kuesioner, dan observasi.

1.

Wawancara

Wawancara

merupakan

suatu

metode pengumpulan data dengan

melakukan

tanya-jawab

terhadapresponden agar memperoleh

informasi yang dibutuhkan oleh

sebuah

penelitian.

Sebenarnya

terdapatdua

metode

wawancara,

yaitu: wawancara tidak terstruktur

unstructured

interview)

dan

(structured

interview)

Pada

penelitian

ini

cenderung akan lebih diarahkan pada